PRODUK KREATIF

NAMA : FENNY AYU WULANDARI 
KELAS : XII BDP 1
ABSEN : 14




PROPOSAL USAHA
"NASI BAKAR"








I. LATAR BELAKANG

   Setiap orang pasti sudah mengenal apa itu nasi bakar? Sebagai makanan pokok memang banyak variasi makanan yang berasal dari beras misalnya nasi goring, nasi kuning, ketupat dll. Dalam rangka Proposal ini saya ingin membuat usaha yang berbeda dari yang lain namun tetap tradisional dan bergizi yaitu Nasi Bakar. Saya memilih Nasi Bakar sebagai menu utama karena dari cara pembuatan sampai bahan-bahan yang diperlukan sangat mudah di dapat di pasaran, serta harganya pun terjangkau untuk semua kalangan masyrakat dan semua usia cocok untuk mengkonsumsi makanan ini. Dari segi gizi makanan ini tidak kalah saing dengan makanan luar negeri karena mengandung banyak karbohidrat tinggi. Yang kedua adalah saya harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing penjualan dan sejauh mana kemampuan saya untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapan mental dan keberanian memulai usaha ini. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan peran batin antara berkeinginan dan keraguan. Harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya-pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tapi gagal daripada gagal mencoba.



II. VISI DAN MISI

VISI :

a. Membangun usaha Nasi Bakar yang banyak diminati.

b. Memperoleh keuntungan dari penjualan Nasi Bakar

MISI :

a. Membuat Nasi Bakar yang berkualitas dan murah

b. Membuat Nasi Bakar dengan cita rasa yang gurih dan nikmat


III. ANALISA SWOT

1. Strenght ( Kekuatan ) 

• Harga dari Nasi Bakar ini cukup murah, sehingga dapat terjangkau oleh semua kalangan masyarakat/konsumen.

• Nasi Bakar yang kami sajikan ini memiliki rasa yang lebih nikmat dan gurih, serta pedas dan kebersihannya selalu kami utamakan.

• Karna Nasi Bakar ini mempunyai banyak pilihan menu, sehingga konsumen dapat memilih menu yang sesuai dengan selera mereka masing-masing.

• Perlengkapannya mudah di dapatkan.


2. Weakness ( Kelemahan )

• Faktor tempat juga sangat mempengaruhi kelancaran usaha ini, karna apabila tempatnya kurang ramai maka permintaan akan sedikit.

• Permintaan dari konsumen biasanya akan menurun, jika keaadaan cuaca sedang buruk.

• Faktor kenaikann dari harga sembako juga dapat mengurangi permintaan dari konsumen.


3. Opportunity ( Peluang )

• Melihat banyaknya masyarakat yang membutuhkan makanan terutama pada malam hari, sehingga Nasi Bakar bisa menjadi pilihan konsumen karna dengan porsi yang lumayan banyak dengan banyak menu pilihan yang lain,

• Karna nasi bakar ini bisa dinikmati oleh semua usia dari yang muda sampai yang tua, maka pasar sasarannya mencakup semua kalangan masyarakat.


4. Threat ( Ancaman )

   Melihat dari banyaknya permintaan masyarakat dalam mengkonsumsi makanan makanan terutama nasi bakar ini, maka persaingan dalam menjalankan usaha ini pun cukup banyak. Dan apabila pelayanan dan kualitas yang kita berikan kepada konsumen kurang memuaskan, maka konsumenpun akan merasa kecewa, sehingga usaha ini akan terancam bangkrut. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka kami dalam menjalankan usaha ini akan selalu memberikan pelayanan dan kualitas produk yang terbaik kepada semua konsumen kami. Kualitas produk yang baik dan pelayanan yang terbaik menjadi prioritas utama kami dalam menjalankan usaha ini.


IV. MARKETING MIX (4P)

1. Product (produk)

• NASI BAKAR

2. Price (harga)

• Rp. 20.000

3. Place (tempat)

• SMK 17 AGUSTUS 1945

4. Promotion (promosi)

• Face to face/ bertatap muka

• Media social


V. ANGGARAN BIAYA

Bahan produksi Harga/satuan Jumlah Total harga

Beras Rp. 8.000/kg 5 kg Rp.40.000

Minyak goring Rp. 3.000 ¼ kg Rp. 3.000

Ikan teri Rp. 44.000/kg 2 kg Rp.44.000

Santan kelapa Rp. 5.000/butir 8 butir Rp. 5.000

Daun pisang Rp. 10.000/ ikat 10 ikat Rp.10.000

Bawang merah Rp. 16.000/kg 1 kg Rp.16.000

Bawang putih Rp. 20.000/kg 1 kg Rp.20.000

Daun kemangi Rp. 3.000/ikat 10 ikat Rp. 3.000

Kecap manis Rp. 9.000/botol 3 botol Rp. 9.000

Batok kelapa Rp. 5.000/bks 15 bks Rp. 5.000

Garam Rp. 2.000/bks 2 bks Rp. 2.000

Kemiri Rp. 4.000/ons 8 ons Rp. 4.000

Mentega Rp. 4.000/bks 8 bks Rp. 4.000

Bumbu dapur Rp.5.000/bks 1 bks Rp. 5.000


VI. LABA RUGI DAN BEP

• HPP : Total Biaya : Unit = 170,000 : 10 = 17,000

• Laba : laba yang diinginkan xHPP=25% x17,000=4,250

•Harga Jual : Laba + HPP = 4,250 +17,000 = Rp.21,250 (dibulatkan menjadi 20.000)

•Laba bersih : Total penjualan – Total biaya = Rp. 200.000 – Rp. 170.000 = Rp. 30.000

•BEP : Total Biaya : Harga Jual = Rp. 170.000 : Rp. 20.000 = 85 unit


VII. ANALISA KEUANGAN

•Rentabilitas

Laba Bersih/Total Biaya x 100% = 30.000 /52.000x 100% = 57,6%

    

•Profitabilitas

Laba Bersih/Total penjualan x 100% = 30.000/200.000 x 100% = 15%


VIII. KESIMPULAN

Kewirausahaan berasal dari kata wira dan usaha. Wira berarti pejuang, pahlawan, manusia unggul, berbudi luhur, berani dan berwatak agung. Di dalam kamus besar bahasa Indonesia itu dikatakan bahwa kewirausahaan adalah:

a. Orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru.

b. Menentukan cara produksi baru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Langkah-langkah membuat blog